Kamis, Agustus 22, 2013

Tentang dulu yang di pernah di sebut kita :')

Rindu, bisakah datang tanpa dingin membungkus denyut?
Rindu, bisakah kau hadir dengan lebih santun? Mengetuk pintu, tanpa harus tergesa langsung menuju hatiku?
Rindu, tak taukah kamu betapa tersiksanya aku saat kau hadir dalam keramaian??
Seakan aku merasa sendiri di tengah orang-orang itu.
Kumohon, jangan panggil air mataku keluar saat kau hadir. Aku tak mau terlihat cengeng bahkan lemah. Jika rindu ini hanya sebuah emosi yang tak berujung, lalu sampai kapan aku bertahan?

Perasaan ini seperti paradoks. Semakin aku menjauh, semakin dekat pula kenangan itu kembali. Aku tahu, mungkin hal ini wajar karena kamu adalah yang pertama melangkah pergi dari hidupku. Mungkin ini terdengar sangat egois, tetapi.. Kenapa kau tak membiarkanku saja yang mengucapkan perpisahan itu? Mengapa kata itu harus keluar dari mulutmu?? Mengapa hanya dalam kata kata sebuah message di jejaring sosial?
Tidak bisakah kamu melihat mataku untuk yang terakhir kalinya dan berucap pamit sambil memberikan senyum termanismu? Itu aka lebih melegakanku, Sayang smile

with love, Vhee smile

Tidak ada komentar:

Posting Komentar