Masih terdengar jelas suaramu di ujung telpon kala itu, suaramu yang selalu kudengar setiap kali ku menuju lelap atau saat senja yang hampir tenggelam. Tak pernahkah aku terlintas di benakmu sekali saja? Walau hanya hadir dalam bentuk bayangan bayangan sederhana tanpa arti?
Tak taukah kamu, bahkan aku cemburu terhadap benda kecil di hadapanku..... Ya... Ponselku.
Karena dia, sempat menjagamu dan berada di genggamanmu ketika kau terlelap ataupun terjaga.
Sebenarnya aku sudah tau jawaban dari semua resahku dalam mengingatmu. Yup... Menunggu.
Menunggu sampai pada satu hari dimana aku merelakan semuanya. Sampai aku sadar dan terbangun oleh pangeran yang membawakanku cinta yang lain. Cinta yang telah dipersiapkan oleh-Nya :'
Tapi kumohon, ijinkan aku untuk menulis semua tulisan sampah ini. Karna aku tak mau jika harus meluapkan perasaanku dengan airmata terus menerus. Aku ingin menulisnya untukmu. Di ponselku, di blog ini, bahkan dihatiku.
Kau tahu, aku bisa saja membuangmu seperti mereka. Layaknya sebuah gelas yang setiap saat bisa saja ku banting sampai pecah, lalu ku buang begitu saja. Tapi, sampai saat ini aku tak sanggup melakukan itu, Sayang..
Aku tak ingin tanganku semakin terluka karena serpihan beling-beling indahmu :'
With love, vhee :'
Tidak ada komentar:
Posting Komentar