Jumat, Agustus 30, 2013

Surat Untuk Kamu

Apa kabar kamu yang ada di ujung sana? Di ujung sunyi senyap pagi yang tak mungkin bisa ku gapai. Iya, kamu yang masih betah menjadi objek di setiap kosakata yang di rangkai oleh gadis itu. Rangkaian kata sarat makna yg sepertinya telah menjadi hobi barunya.
Tenang, tak usah khawatirkan gadis itu. Tak ada yang mesti kamu takutkan. Dia tidak sedang meng inginkanmu kembali. Mungkin menurutmu ini picisan, tapi bersabarlah.. ini hanya sementara, biarkan gadis itu menulis apa yang ingin ia tulis sampai ambisinya mereda. Mungkin benar kamu tak seterang bintang lain, tak setenang deru ombak lain, tak seteduh rindang pohon lain. Tapi bagi dia kamu adalah nada tanpa irama yg menjadi penghantar tidurnya di setiap malam, menjadi melodi tanpa not yg masih ingin didengarkan nya. Sekaligus sandaran ketika ia resah tanpa alasan. Atau, entahlah.. logika gadis itu masih berkutat padamu. Semuanya sama. Hanya satu bedanya, tanpa kamu. Itu saja.
Mungkin benar kita butuh spasi dan tanda baca akhir di setiap kata. Bukan menandakan kita selesai, melainkan memberi jeda agar kita mampu menjadi paragraf paragraf baru yg lebih menarik untuk dibaca. Yang pada akhirnya, entah paragraf kita akan menjadi satu dan menyusun sebuah cerita utuh, atau justru kita menemukan judul masing-masing yg baru, yg mampu membuat kita lebih utuh dan melengkapi sebuah cerita smile

Kamis, Agustus 22, 2013

Sejenak Saja...

Lamunku, berhentilah sejenak. Sejenak saja., sejenak doa, sejenak permohonan yang memaksa di telinga pencipta.
Kamunku, berhentilah sejenak. Sejenak saja, sejenak nafas, sejenak hidup yang tersisa sampai rindu yang menyiksa.
Lamunku, berhentilah sejenak. Sejenak saja, sejenak kosongnya mataku disaat hati begitu rapuh.
Lamunku, berhentilah sejenak. Sejenak saja, putar waktu lebih cepat, sampaikan aku pada waktu yang tepat.
Lamunku, berhentilah sejenak. Sejenak saja, pada ujung tunggu tempat hangat sepasang lengan yang akan membawamu musnah.
Lamunku, berhentilah sejenak. Sejenak saja, tumpahkan ingat yang lalu, kosongkan kepalaku, hati telah terisi bahagia nanti, sampai membawaku mati.

Tentang dulu yang di pernah di sebut kita :')

Rindu, bisakah datang tanpa dingin membungkus denyut?
Rindu, bisakah kau hadir dengan lebih santun? Mengetuk pintu, tanpa harus tergesa langsung menuju hatiku?
Rindu, tak taukah kamu betapa tersiksanya aku saat kau hadir dalam keramaian??
Seakan aku merasa sendiri di tengah orang-orang itu.
Kumohon, jangan panggil air mataku keluar saat kau hadir. Aku tak mau terlihat cengeng bahkan lemah. Jika rindu ini hanya sebuah emosi yang tak berujung, lalu sampai kapan aku bertahan?

Perasaan ini seperti paradoks. Semakin aku menjauh, semakin dekat pula kenangan itu kembali. Aku tahu, mungkin hal ini wajar karena kamu adalah yang pertama melangkah pergi dari hidupku. Mungkin ini terdengar sangat egois, tetapi.. Kenapa kau tak membiarkanku saja yang mengucapkan perpisahan itu? Mengapa kata itu harus keluar dari mulutmu?? Mengapa hanya dalam kata kata sebuah message di jejaring sosial?
Tidak bisakah kamu melihat mataku untuk yang terakhir kalinya dan berucap pamit sambil memberikan senyum termanismu? Itu aka lebih melegakanku, Sayang smile

with love, Vhee smile

Dear Kamu

Dear kamu,

Di hadapanku sekarang, ada dia, dia yang terbiasa disebut tanaman liar. Bisa kamu tebak ? yah.. Ilalang, tibatiba ilalang itu seolah memproyeksikan dirimu (lagi) dan seolah mengajakku pergi ke lorong waktu. Kamu masih ingat sayang ? tentang aku yang selalu memandang ke arah kebun ilalang dipinggir kelas, tentang kamu yang bahkan tak tau ilalang itu apa :p , tentang coklat dengan pita ungu ? tentang hujan senja di hari selasa ? Lucu yaa, bahkan bunga liarpun bisa menjadi proyektor kenangan kita smile

Kamu...

Kamu, ketika rumus fisika tak mengenal spektrum warna merah muda, yang ia tahu hanya gelombang elektromagnetik, bukan elektrocinta.
Ketika matematika hanya mengajariku ilmu statistika, kau mampu mengajari ilmu kedinamisan arti sayang.
Ketika kimia tak mampu menjelaskan bagaimana fenopthalein itu berubah menjadi hitam pekat saat hati teriris dibalik senyuman manis.
Dan ketika biologi hanya tersisa kau dan aku saja, tetapi tak pernah tercipta "kita"
kini, perasaan itu seperti sastra bahasa. Seolah mudah dibaca, tetapi sulit dicerna oleh nalar.

Aku tahu mungkin tulisan ini terdengar picisan, bodoh, bahkan mungkin gila. Ya, akupun merasakan hal yang sama. Tetapi, percayalah hatiku mempunyai sejuta alasan untuk tetap menulisnya. Sebuah tulisan yang tak akan pernah kau baca seutuhnya. Sebuah tulisan yang hanya akan meninggalkan luka ketika aku membacanya kembali. Ahh, sudahlah, biarkan tulisan itu berada ditempatnya. Disebuah kertas kecil yang kuberi judul "kamu"

Kamu itu sepenggal cerita yang baru saja dimulai, bahkan belum sampai memenuhi satu paragraf.
Kamu itu sebuah lagu terdramatis yang hanya satu bait, yang mungkin takkan pernah terselesaikan.

With love,
vhee smile

Rabu, Agustus 21, 2013

Agustus 2013

Aku bertanya tanya, mengapa siluet bayanganmu itu menjelma seutuhnya dalam hipotalamus otakku, mengingat setiap detail yang pernah ku lihat dari sosokmu, begitu mudahnya otakku menampakkan wajahmu dalam memoriku.
Masih terdengar jelas suaramu di ujung telpon kala itu, suaramu yang selalu kudengar setiap kali ku menuju lelap atau saat senja yang hampir tenggelam. Tak pernahkah aku terlintas di benakmu sekali saja? Walau hanya hadir dalam bentuk bayangan bayangan sederhana tanpa arti?
Tak taukah kamu, bahkan aku cemburu terhadap benda kecil di hadapanku..... Ya... Ponselku.
Karena dia, sempat menjagamu dan berada di genggamanmu ketika kau terlelap ataupun terjaga.

Sebenarnya aku sudah tau jawaban dari semua resahku dalam mengingatmu. Yup... Menunggu.
Menunggu sampai pada satu hari dimana aku merelakan semuanya. Sampai aku sadar dan terbangun oleh pangeran yang membawakanku cinta yang lain. Cinta yang telah dipersiapkan oleh-Nya :'wink
Tapi kumohon, ijinkan aku untuk menulis semua tulisan sampah ini. Karna aku tak mau jika harus meluapkan perasaanku dengan airmata terus menerus. Aku ingin menulisnya untukmu. Di ponselku, di blog ini, bahkan dihatiku.

Kau tahu, aku bisa saja membuangmu seperti mereka. Layaknya sebuah gelas yang setiap saat bisa saja ku banting sampai pecah, lalu ku buang begitu saja. Tapi, sampai saat ini aku tak sanggup melakukan itu, Sayang..
Aku tak ingin tanganku semakin terluka karena serpihan beling-beling indahmu :'wink


With love, vhee :'wink

Kamis, Agustus 15, 2013

Tips Cantik Dengan Masker Putih Telur

Haay guys !

okee, hari ini aku bakalan kasih tips tips biar tampil cantik dengan masker alami 'putih telur'
Mungkin udah banyak yang tahu, putih telur itu banyaaak banget manfaatnya (selain buat bikin kue lebaran nanti yaa, hehe). Manfaatnya antara lain biar kulit kita jadi halus, kencang, kenyal, bersih, daann bisa ngilangin bekas jerawat juga tapi dengan catatan harus teratur yah pakenya smile

biar cepet, nih langsung aja yah langkah-langkah bikin maskernya :
*kocok putih telur sampai berbusa.. (ingeet! Putihnya ajah)
*tambahkan beberapa tetes jus lemon. Lemon bisa diganti dengan jeruk nipis, atau madu, atau boleh dicampur semuanya
*oleskan ke wajah secara melingkar dengan lembut
*tunggu +/-20 menit
*bilas menggunakan air hangat

nah, masker ini digunakan minimal 2x seminggu (buat ngilangin noda jerawat)
tapi kalo cuma buat nghalusin muka sih, 1x seminggu juga gpp

oh iya, ternyata putih telur ini juga bisa kita aplikasikan ke rambut lhoo. Fungsinya biar rambut kita berkilau gitu^^

caranya ampir sama kayak diatas,
kalo uda di kocok, balurkan ke rambut .
Tapi harus siap siap dengan wanginya yaah biggrin

hmm, segitu dulu aja kali yah postingan aku kali ini. ntar kita sambung lagi deeh smile

jd pth jga bsa