Saat aku bertanya apakah dia berjalan ke arah jalan raya, dia
menggelengkan kepala dan lalu mereka bertiga menatapku dengan heran.
Seketika lututku menjadi sangat lemas dan aku terjatuh dan duduk dengan
lunglai. Leherku serasa berat dan kepalaku sakit sekali. Seluruh crew
langsung mengerumuni ku dan bertanya soal kondisiku. Aku menjawab kalau
aku baik-baik saja, mungkin terserang darah rendah dan sekitar lima
menit aku menenangkan diri, aku kembali melanjutkan syuting. Meskipun
aku menjadi tidak fokus, tetapi syuting bisa selesai dengan mulus. Kami
semua bersyukur setelah evaluasi dan mebereskan alat-alat, kami
membubarkan diri. Aku mengemudikan mobilku ke tengah tapi jauh di
pikiranku masih bertanya tanya siapa pria yang mirip Edo yang aku ikuti?
Dua minggu kemudian, ketika aku pulang bekerja, di kotak suratku
terdapat sebuah kotak CD. Aku segera mengambil dan membukanya. Ada
sebuah CD dan secarik kertas di dalamnya. Ternyata dari Ferdi, editor
video yang mengedit hasil video klip yang dibuat di Ciputra.
"Mbak Ina, ini video klip nya sudah jadi, maafin saya mbak, saya sudah
berusaha sekuat tenaga. Maafin saya banget ya mbak, maaf.. Untuk
sementara waktu mbak ga akan bisa menghubungi saya. Saya pergi dulu mbak
dari Bandung. Maafin saya ya mbak". Waduh, pasti Ferdi gagal lagi nih.
Kebiasaan buruk Ferdi adalah selalu telat dari deadline, dia seringkali
menunda pekerjaannya hingga akhirnya semua pekerjaan dikerjakan dengan
buru-buru dan mengabaikan ketelitian. yah... Kesal, aku masuk rumah dan
langsung melihat laptop untuk menyetel CD editan Ferdi. Hmm, menyebalkan
sekali, rasa pegal di leher dan sakit kepalaku belum hilang. Dan
sekarang harus ditambah gara-gara Ferdi, kayaknya kepalaku makin sakit.
Aku melihat hasilnya hingga akhir dengan teliti dan ternyata benar,
Ferdi gagal mengerjakannya. Secara kasat mata, memang tidak ada
kesalahan tapi sebagai sutradara aku tahu letak dimana kesalahannya. Ada
lima kali perubahan cahaya menjadi lebih redup dari yang lain,
istilahnya jumping.
Bagiku, lima kali jumpting adalah kegagalan dan yang lebih parah, setiap
kali jumping suaranya terputus. Mati, astaga, apa yang sebenarnya
dikerjakan oleh Ferdi. Hmm... untuk sedikit menenangkan diri, aku
mengambil segelas air putih. Setelah minum, aku sedikit memijat leherku
yang masih saja terasa pegal dan kepalaku yang makin sakit. Ya tuhaan...
tenangkan diriku, aku lalu melihat video itu sekali lagi dengan teliti,
aku berharap bisa mengakali jumping nya. Setelah selesai, aku..... Aku
baru sadar ada yang aneh dengan jumpingnya. Aku memutar sekali lagi
videonya. Kali ini aku check sekali lagi, maka videonya aku perlambat
daaaan.... Akhirnya.... Akhirnya sampai pada bagian cahaya meredup,
dengan cepat aku memberhentikan videonya dia bagian itu. Setelah aku
lihat baik-baik, ternyata disana di belakang Edo ada sosok wanita. Sosok
wanita bergaun hitam dan ternyata dia ada disetiap videonya.
Astagaa.... Amu mulai merinding tapi aku masih punya keberanian untuk
mengulang sekali lagi. Kali ini aku mengambil secarik kertas dan
ballpoint. Aku mencatat apa saja kata-kata yang hilang saat wanita
bergaun hitam itu muncul. Dengan gemetar, aku mendengarkan lagunya dan
mulai mencatat kata-kata yang hilang
"Aku bosan, aku ingin ikut, Aku bosan, aku ingin ikut ?" ya tuhaaan..
Kata-kata apa ini ? Kata-kata yang hilang itu membentuk sebuah kalimat.
Apakah ini yang ingin disampaikan wanita bergaun hitam itu? Seketika aku
melempar laptop didepanku hingga jatuh dan mati. Kepalaku terasa
semakin sakit. Akhirnya aku berdiri dan berlari menuju kamar mandi. Aku
mencuci mukaku dengan brutal, aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.
Dan ketika aku mengangkat kepalaku dari wastafel dan melihat ke
cermin... ya tuhaaaan... Ada sesosok wanita di atas pundakku! Dan
kakinya melingkari leherku. Ya tuhaaaaannn !!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar