Ayahku pernah berkata sebagai seorang wanita, aku harus menjadi sarjana
hukum. Entah darimana ayah dapat teori sperti itu. Kata ayah, dengan
pesonaku sebagai seorang wanita aku harus bisa menguasai dunia hukum di
Indonesia. Itulah kenapa ayah berharap aku untuk berhasil di dunia
hukum. Tapi bukan itu yang ku inginkan. Setahun yang lalu aku memang
berhasil mendapat gelar sarjana hukum, tetapi sekarang aku bukanlah ahli
hukum. Aku mengambil jalan lain, aku jadi seorang sutradara, ya...
setelah lulus kuliah aku memilih jalan hidup di sinematografi dan
akhirnya sekarang aku telah cukup dikenal sebagai salah satu sutradara
wanita terbaik spesialis video klip. Walaupun secara ekonomi tidak
menjamin seperti seorang pengacara tapi aku sangat nyaman dengan
pekerjaanku sekarang.
Juli 2009, aku mendapat tawaran kerjasama untuk membuat video klip buat
band indie di Bandung. Aku menerimanya dengan senang hati, karena
musikalitasnya cukup bagus. Para personil nya pun ramah-ramah. Ada Ari
yang bermain gitar juga pada vokal, Sigit yang memegang bass, dan Edo
yang bermain drum. Mereka bertiga sangat cepat beradaptasi dengan
tim-ku, sehingga penjadwalan dan pematangan konsep pun berjalan lancar.
Kamis, 9 Juli 2009 sesuai kesepakatan bersama kami mulai syuting dan
sesuai permintaan mereka lokasi yang dipilih adalah di sebuah pemakaman
di ciputra. Mereka memilih tempat itu karna menganggap tempat itu sesuai
dengan tema lagu mereka bahwa hidup tidak abadi. Sekitar jam setengah
delapan malam, syutingpun dimulai. Suasana lumayan sepi, hanya ada
beberapa warga sekitar yang ingin melihat prosesi syuting. Syuting
dimulai dengan mengambil gambar mereka bertiga menyusuri makam-makam.
Jujur saja, ini pertama kalinya aku syuting di komplek pemakaman,
rasanya aneh tapi aku anggap saja sebagai pengalaman baru. Satu jam
kemudian, hal yang tidak diharapkan arkhirnya terjadi, hujan mulai
turun. Karena keadaannya tidak memungkinkan untuk melanjutkan syuting,
maka aku mengambil keputusan untuk menghentikan syuting sementara.
Ternyata hujan turun sekitar setengah jam saja hingga akhirnya berhenti
total. Syukurlah, aku bisa kembali bekerja. Aku pun memanggil semua crew
untuk kembali pada posisi semula. Tidak sampai lima menit semua sudah
siap di tempatnya masing-masing. Tapi, Edo sang drummer band nya belum
kelihatan. Dimana ya ? Dengan bahasa tubuh, aku bertanya pada Ari dan
Sigit "Edo dimana?" dan mereka menjawabnya dengan mengangkat bahu tanda
bahwa mereka juga tidak tahu keberadaan Edo. Aku mulai kesal maka aku
pun mengalihkan mataku ke sekeliling komplek pemakaman, mencoba untuk
mencari dimana sebetulnya Edo. Ketika aku melihat ke belakang, aku
melihat seseorang sedang duduk di tangga menyender ke dinding dengan
jaket kulit coklat berkacamata.
"yah.. Itu Edo.... Astaga, kok dia malah santai santai disana?"
menyebalkan. Aku pun segera berjalan menghampirinya. Ketika aku hampir
sampai di tempat ia duduk, Edo tiba tiba berdiri lalu ia berjalan
membelakangiku. Dia berjalan agak cepat menuruni tangga mengarah ke
jalan raya. Aku lalu memanggilnya
"Do, Edo mau kemana? Ini udah mau mulai" tapi Edo nampaknya tidak
mendengar karena dia terus saja berjalan menuruni tangga dan aku terpasa
mengikuti dia. Akhirnya Edo berhenti tepat di pinggir jalan, dia lalu
membalikkan badannya menghadap ke arahku dan aku tetap berjalan
mendekati dia. Setengah emosi aku berkata "Lo mau kemana sih? Tau kan
syutingnya udah mau mulai?" Edo kemudian tersenyum, tapi senyumnya ko
aneh? Senyumnya terkesan jahat, lalu perlahan dia mengangkat tangannya
dan menunjuk ke arahku. Langkah ku pun terhenti karena jujur saja, aku
sempat takut dengan raut mukanya saat itu. Aku juga tidak mengerti dia
mengapa ia menunjuk ke arahku seperti itu. Edo terus saja menunjukku
sambil tersenyum dan akhirnya aku mencoba untuk mengatakan sesuatu. Aku
memanggil namanya lagi
"Do.." dan tepat saat itu tiba-tiba dari arah belakangku dari lokasi
syuting terdengar sesuatu. Terdengar sebuah lagu di mainkan. Spontak aku
membalikkan badanku untuk melihat dan dari tempatku berdiri,
samar-samar aku bisa melihat Ari, Sigit, dan.... Edo ??! Apa ia itu Edo
yang bermain drum ??
Aku memicingkan mataku untuk kembali melihat lebih jelas. Dia memakai jaket kulit dan kacamata! Edoo?!!
Aku kembali membalikkan badanku dan ternyata...... ternyataa Edo sudah
ada di seberang jalan. Tapi, dia tetap saja menunjuk ke arahku. Karena
bingung, aku akhirnya berlari ke arah lokasi syuting dan saat aku tiba
disana ternyata anggota band-nya lengkap ! Semuanya sedang bermain
disana! Ada Ari, Sigit, dan.. Edo ! Spontan aku menghentikan mereka
bermain dengan terengah-engah. Aku bertanya sedang apa merwka, lalu
mereka menjawab sedang berlatih karna lama menungguku. Aku mengalihkan
tatapanku pada Edo. Dan aku bertanya darimana dia tadi. Edo bilang kalau
dia sedang menjawab telpon dari ibunya dan tidak jauh dari lokasi
syuting. Aku terdiam sejenak.... Aku semakin bingung dengan apa yang
terjadi...
to be continued..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar