Rabu, Januari 01, 2014

Sinopsis Nightmare Side Ardan [Part I] : Syuting Video Klip, Bandung

Ayahku pernah berkata sebagai seorang wanita, aku harus menjadi sarjana hukum. Entah darimana ayah dapat teori sperti itu. Kata ayah, dengan pesonaku sebagai seorang wanita aku harus bisa menguasai dunia hukum di Indonesia. Itulah kenapa ayah berharap aku untuk berhasil di dunia hukum. Tapi bukan itu yang ku inginkan. Setahun yang lalu aku memang berhasil mendapat gelar sarjana hukum, tetapi sekarang aku bukanlah ahli hukum. Aku mengambil jalan lain, aku jadi seorang sutradara, ya... setelah lulus kuliah aku memilih jalan hidup di sinematografi dan akhirnya sekarang aku telah cukup dikenal sebagai salah satu sutradara wanita terbaik spesialis video klip. Walaupun secara ekonomi tidak menjamin seperti seorang pengacara tapi aku sangat nyaman dengan pekerjaanku sekarang.
Juli 2009, aku mendapat tawaran kerjasama untuk membuat video klip buat band indie di Bandung. Aku menerimanya dengan senang hati, karena musikalitasnya cukup bagus. Para personil nya pun ramah-ramah. Ada Ari yang bermain gitar juga pada vokal, Sigit yang memegang bass, dan Edo yang bermain drum. Mereka bertiga sangat cepat beradaptasi dengan tim-ku, sehingga penjadwalan dan pematangan konsep pun berjalan lancar.
Kamis, 9 Juli 2009 sesuai kesepakatan bersama kami mulai syuting dan sesuai permintaan mereka lokasi yang dipilih adalah di sebuah pemakaman di ciputra. Mereka memilih tempat itu karna menganggap tempat itu sesuai dengan tema lagu mereka bahwa hidup tidak abadi. Sekitar jam setengah delapan malam, syutingpun dimulai. Suasana lumayan sepi, hanya ada beberapa warga sekitar yang ingin melihat prosesi syuting. Syuting dimulai dengan mengambil gambar mereka bertiga menyusuri makam-makam. Jujur saja, ini pertama kalinya aku syuting di komplek pemakaman, rasanya aneh tapi aku anggap saja sebagai pengalaman baru. Satu jam kemudian, hal yang tidak diharapkan arkhirnya terjadi, hujan mulai turun. Karena keadaannya tidak memungkinkan untuk melanjutkan syuting, maka aku mengambil keputusan untuk menghentikan syuting sementara. Ternyata hujan turun sekitar setengah jam saja hingga akhirnya berhenti total. Syukurlah, aku bisa kembali bekerja. Aku pun memanggil semua crew untuk kembali pada posisi semula. Tidak sampai lima menit semua sudah siap di tempatnya masing-masing. Tapi, Edo sang drummer band nya belum kelihatan. Dimana ya ? Dengan bahasa tubuh, aku bertanya pada Ari dan Sigit "Edo dimana?" dan mereka menjawabnya dengan mengangkat bahu tanda bahwa mereka juga tidak tahu keberadaan Edo. Aku mulai kesal maka aku pun mengalihkan mataku ke sekeliling komplek pemakaman, mencoba untuk mencari dimana sebetulnya Edo. Ketika aku melihat ke belakang, aku melihat seseorang sedang duduk di tangga menyender ke dinding dengan jaket kulit coklat berkacamata.
"yah.. Itu Edo.... Astaga, kok dia malah santai santai disana?" menyebalkan. Aku pun segera berjalan menghampirinya. Ketika aku hampir sampai di tempat ia duduk, Edo tiba tiba berdiri lalu ia berjalan membelakangiku. Dia berjalan agak cepat menuruni tangga mengarah ke jalan raya. Aku lalu memanggilnya
"Do, Edo mau kemana? Ini udah mau mulai" tapi Edo nampaknya tidak mendengar karena dia terus saja berjalan menuruni tangga dan aku terpasa mengikuti dia. Akhirnya Edo berhenti tepat di pinggir jalan, dia lalu membalikkan badannya menghadap ke arahku dan aku tetap berjalan mendekati dia. Setengah emosi aku berkata "Lo mau kemana sih? Tau kan syutingnya udah mau mulai?" Edo kemudian tersenyum, tapi senyumnya ko aneh? Senyumnya terkesan jahat, lalu perlahan dia mengangkat tangannya dan menunjuk ke arahku. Langkah ku pun terhenti karena jujur saja, aku sempat takut dengan raut mukanya saat itu. Aku juga tidak mengerti dia mengapa ia menunjuk ke arahku seperti itu. Edo terus saja menunjukku sambil tersenyum dan akhirnya aku mencoba untuk mengatakan sesuatu. Aku memanggil namanya lagi
"Do.." dan tepat saat itu tiba-tiba dari arah belakangku dari lokasi syuting terdengar sesuatu. Terdengar sebuah lagu di mainkan. Spontak aku membalikkan badanku untuk melihat dan dari tempatku berdiri, samar-samar aku bisa melihat Ari, Sigit, dan.... Edo ??! Apa ia itu Edo yang bermain drum ??
Aku memicingkan mataku untuk kembali melihat lebih jelas. Dia memakai jaket kulit dan kacamata! Edoo?!!
Aku kembali membalikkan badanku dan ternyata...... ternyataa Edo sudah ada di seberang jalan. Tapi, dia tetap saja menunjuk ke arahku. Karena bingung, aku akhirnya berlari ke arah lokasi syuting dan saat aku tiba disana ternyata anggota band-nya lengkap ! Semuanya sedang bermain disana! Ada Ari, Sigit, dan.. Edo ! Spontan aku menghentikan mereka bermain dengan terengah-engah. Aku bertanya sedang apa merwka, lalu mereka menjawab sedang berlatih karna lama menungguku. Aku mengalihkan tatapanku pada Edo. Dan aku bertanya darimana dia tadi. Edo bilang kalau dia sedang menjawab telpon dari ibunya dan tidak jauh dari lokasi syuting. Aku terdiam sejenak.... Aku semakin bingung dengan apa yang terjadi...

to be continued..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar